Jaksa Saepul Uyun Sujati: Membawa Semangat Perubahan dari Balik Panggung Adhyaksa Awards 2024
jaksa yang membawa perubahan nyata di tengah masyarakat. Salah satu sosok yang menonjol tahun ini adalah Saepul Uyun Sujati, penerima penghargaan untuk kategori Jaksa Inovatif dalam Penegakan Hukum.
Saepul tak hanya datang untuk menerima penghargaan. Di hadapan para pejabat tinggi, ia dengan tegas menyuarakan pentingnya menjadikan inovasi sebagai budaya kerja di lingkungan kejaksaan.
“Penting sekali, apalagi inovasi ini terobosan di bidang hukum. Makanya mari kita jadikan inovasi ini sebagai budaya kerja agar institusi kejaksaan semakin relevan dan hadir nyata dalam kehidupan masyarakat,” ujarnya.
Meski terlihat tenang saat berbicara di panggung, Saepul mengaku sempat merasa grogi. Wajar saja, ini adalah kali pertamanya berbicara di hadapan pejabat utama Kejaksaan Agung dan sejumlah menteri.
“Grogi karena baru pertama kali, tapi juga bangga karena tidak semua orang dapat kesempatan itu,” kenangnya.
Dari Masalah Sehari-hari, Lahir Inovasi Bernilai Tinggi

Inovasi yang membawa Saepul ke panggung Adhyaksa Awards berawal dari permasalahan sederhana: pencatatan barang bukti yang masih manual dan rentan kehilangan data. Saat menjabat sebagai Kepala Seksi Pemulihan Aset dan Barang Bukti, ia merasa perlu menciptakan solusi.
baca Juga : Klasemen F1 2019 Usai Bottas Menangi GP Australia
Dari situ, lahirlah SIPBB atau Sistem Informasi Penelusuran Barang Bukti. Awalnya ditujukan untuk keperluan internal, sistem ini kini telah terbuka untuk publik.
“Sekarang masyarakat bisa akses juga, bisa daftar pengembalian barang bukti secara online. Kami sudah sediakan portal websitenya, dan sampai sekarang masih dipakai,” kata Saepul.
Yang menarik, Saepul bukan berlatar belakang teknologi. Namun, hal itu tidak menghalanginya untuk berinovasi.
“Saya basic-nya hukum, bukan teknologi. Tapi saya mah gas aja. Pokoknya kita berkarya dulu, berbuat aja dulu,” ucapnya santai.
Inovasi yang Lebih dari Sekadar Digitalisasi
Bagi Saepul, inovasi hukum tidak selalu berarti membuat aplikasi. Ia menekankan bahwa tujuan utama inovasi adalah menyederhanakan proses hukum agar lebih efisien dan mudah diakses masyarakat.
“Inovasi hukum bukan sekadar bikin aplikasi, tapi bagaimana menyederhanakan proses hukum supaya lebih efektif, efisien, dan humanis,” jelasnya.
Ia juga menilai bahwa jaksa masa kini harus mulai melek teknologi untuk memperkuat tugas kejaksaan di era digital.
“Jaksa harus paham bagaimana teknologi bisa mendukung tugas. Mulai dari pelayanan administrasi sampai penanganan perkara, semua bisa dibantu,” tegasnya.
Adhyaksa Awards dan Harapan untuk Masa Depan
Penghargaan yang diterima Saepul menjadi bukti bahwa kerja keras dan kreativitas di bidang hukum mendapat apresiasi. Adhyaksa Awards sendiri kini menambah dua kategori baru dan membuka ruang partisipasi publik untuk penilaian jaksa yang layak menerima penghargaan pada tahun berikutnya.
Panitia berharap masyarakat bisa memberikan masukan yang valid dan bertanggung jawab, sebagai bagian dari pengawasan publik yang sehat.
Saepul Uyun Sujati bukan hanya jaksa yang menerima penghargaan. Ia adalah simbol dari semangat baru di tubuh kejaksaan: berani berubah, kreatif, dan berpihak pada kepentingan masyarakat luas.




