
Kericuhan Desa Cempi Jaya: Penangkapan Kurir Narkoba Berujung Tembakan Peringatan
Kericuhan Desa Cempi Jaya, Kecamatan Hu’u, Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat (NTB). Sebuah penggerebekan yang dilakukan oleh Satres Narkoba Polres Dompu terhadap kurir narkoba jenis sabu-sabu berakhir ricuh setelah sejumlah warga setempat menolak penangkapan yang dilakukan oleh aparat kepolisian. Kejadian ini sempat membuat suasana semakin tegang, bahkan polisi terpaksa melepaskan tembakan peringatan ke udara untuk membubarkan massa yang menghalangi jalannya operasi penangkapan.
Dalam sebuah rekaman video yang beredar luas di media sosial, tampak anggota kepolisian mengawal tiga pria yang diduga sebagai kurir narkoba keluar dari sebuah rumah dan digiring menuju mobil berwarna hitam. Sementara itu, sejumlah warga, termasuk perempuan, terlihat berusaha menghalangi dan menarik tubuh para tersangka agar tidak dibawa oleh petugas.
“Ini adalah penangkapan narkoba di Desa Cempi Jaya,” terdengar suara seorang pria dalam video yang merekam kejadian tersebut. Kericuhan semakin memuncak ketika sekelompok warga berkumpul di jalan raya yang berada di depan rumah tempat penangkapan dilakukan. Mereka mulai melemparkan benda-benda ke arah mobil polisi yang mengangkut tersangka.
Tensi semakin tinggi dan memanas ketika polisi yang berada di lokasi merasa terancam oleh tindakan warga tersebut. Sebagai bentuk peringatan, aparat kepolisian beberapa kali melepaskan tembakan peringatan ke udara untuk membubarkan massa yang semakin tidak terkendali. Kejadian ini sempat membuat suasana semakin ricuh, dengan polisi terlibat aksi kejar-kejaran dengan warga. Beruntung, ketegangan tersebut dapat diredakan setelah Komandan KBO Satresnarkoba, Ipda Sumaharto, turun tangan dan berusaha menenangkan anggotanya.
“Sudah, sudah, sudah. Ayo sudah, sudah,” terdengar suara tegas Sumaharto yang mencoba meredam ketegangan di antara polisi dan warga. Berkat komando tegas dari Ipda Sumaharto, aksi kejar-kejaran tersebut akhirnya berhenti.

Kasat Narkoba Polres Dompu, Iptu Rahmadun Siswadi, mengonfirmasi kejadian tersebut dan membenarkan adanya penolakan dari warga terhadap proses penangkapan kurir narkoba. Meskipun demikian, ia masih enggan mengungkapkan secara rinci tentang kronologi penangkapan tersebut. “Iya benar itu. Untuk lebih jelasnya nanti akan kami rilis,” ujar Rahmadun singkat saat dihubungi oleh
Baca Juga : Klasemen F1 2019 Usai Bottas Menangi GP Australia
Penangkapan kurir narkoba ini tentu menjadi sorotan masyarakat, mengingat desa tersebut menjadi salah satu tempat yang diduga menjadi jalur peredaran narkoba di NTB.
Kejadian ini juga menunjukkan adanya ketegangan yang dapat terjadi dalam operasi penangkapan yang melibatkan masyarakat. Meskipun penegakan hukum sangat penting dalam memberantas narkoba, hal ini juga harus dilakukan dengan hati-hati dan penuh pertimbangan agar tidak menambah ketegangan yang dapat merugikan pihak-pihak terkait.
Dengan kejadian ini, harapan masyarakat pun semakin besar agar pemberantasan narkoba dapat dilakukan dengan pendekatan yang lebih baik



