Tentara Nasional Indonesia (TNI) berhasil menewaskan
salah satu pimpinan kelompok bersenjata di Pegunungan Bintang,
Papua Pegunungan, bernama Lamek Taplo. Peristiwa ini terjadi pada Sabtu pagi, ketika pasukan gabungan TNI melancarkan operasi
militer di wilayah terpencil yang kerap menjadi basis Organisasi Papua Merdeka (OPM).
Berdasarkan keterangan resmi, operasi dilakukan setelah intelijen TNI mendeteksi pergerakan kelompok bersenjata
di sekitar Distrik Okbape. Pasukan dari Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad)
dan Komando Pasukan Khusus (Kopassus) kemudian bergerak menuju lokasi.
Kontak tembak tidak dapat dihindari, dan Lamek Taplo dilaporkan tewas di tempat.
Komandan Kodam XVII/Cenderawasih, Mayjen TNI Izak Pangemanan, menjelaskan bahwa Lamek Taplo selama ini dikenal sebagai sosok
yang paling aktif menyerang aparat keamanan serta masyarakat sipil. “Ia terlibat dalam serangkaian penembakan terhadap warga
dan penyanderaan di perbatasan Papua Nugini,” kata Izak.
Menurutnya, kematian Lamek Taplo menjadi pukulan besar bagi kelompok separatis di wilayah Pegunungan Bintang.
Selain itu, aparat menemukan sejumlah senjata api, amunisi, dan dokumen organisasi di lokasi kejadian. Barang-barang tersebut
kini diamankan untuk kepentingan penyelidikan. “Kami akan terus melakukan pengejaran terhadap sisa kelompok bersenjata
yang masih bersembunyi,” ujar Izak menegaskan.
Di sisi lain, aktivis hak asasi manusia meminta pemerintah memastikan bahwa operasi militer tidak menimbulkan korban sipil.
Lembaga Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) menilai,
setiap tindakan di Papua harus dilakukan sesuai prinsip kemanusiaan dan hukum internasional.
Namun, mereka juga mengakui bahwa ancaman dari kelompok bersenjata di wilayah tersebut semakin meningkat.
Hingga saat ini, situasi di Pegunungan Bintang masih dijaga ketat oleh aparat keamanan.
Pemerintah daerah berkoordinasi dengan TNI dan Polri
untuk memastikan keamanan masyarakat tetap terjaga. Sementara itu, jenazah Lamek Taplo akan dibawa ke Jayapura untuk proses identifikasi lebih lanjut.
Dampak Terhadap Situasi Keamanan Papua
Kematian Lamek Taplo memunculkan harapan baru bagi upaya stabilisasi keamanan di Papua.
Pemerintah pusat melalui Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan
berjanji untuk tetap mengedepankan pendekatan kesejahteraan di samping penegakan hukum.
Masyarakat di sekitar wilayah konflik diimbau agar tidak terprovokasi dan tetap melanjutkan aktivitas seperti biasa.
Meski demikian, sejumlah pengamat menilai bahwa peristiwa ini belum sepenuhnya menyelesaikan konflik bersenjata di Papua.
Menurut pengamat keamanan nasional dari Universitas Indonesia,
langkah militer harus diimbangi dengan dialog damai agar akar persoalan politik dan sosial dapat diselesaikan secara berkelanjutan.





